thumbnail

Langka, Rekaman Dokumenter Jane Goodall!!!

Jane Goodall
By Tony Gerber Photographs by Hugo Van Lawick

Pada awal tahun 1960-an, ada seorang studi revolusioner bernama Jane Goodall meneliti tentang simpanse liar dan menantang gagasan pendirian ilmiah tentang hewan, dan juga tentang wanita. Ceritanya tidak akan pernah menjadi tua.
  

Cuplikan film dokumenter "Jane"

Itulah mengapa bahwa film dokumenter "Jane" (2017), disutradarai oleh Brett Morgen dan dicetak oleh Philip Glass, memiliki sesuatu yang baru untuk berkontribusi pada informasi tentang Goodall. Film ini mungkin bisa menarik karena rekaman ini belum pernah dirilis sebelumnya dari awal 1960an, di Taman Nasional Gombe Stream di Tanzania, di mana Goodall melakukan beberapa pekerjaan terpentingnya.

Simpanse di alam bebas

Studi Goodall tentang simpanse di alam liar merevolusi pemahaman ilmuwan tentang primata, terutama dengan mengungkapkan seberapa banyak hewan ini memiliki kesamaan dengan manusia. Pengamatannya terhadap simpanse menggunakan alang-alang untuk menarik serangga dari gundukan tanah memberikan beberapa bukti pertama bahwa hewan juga menggunakan alat. Untuk mempelajari simpanse ini,  Goodall harus mendapatkan kepercayaan mereka, sehingga akhirnya dia bisa berinteraksi dengan mereka dan disambut oleh pasukan simpanse.🙉

 Jane Goodall
Jane Goodall dan simpanse yang bernama David Greybeard, anggota pertama pasukan simpanse liar yang sangat dekat terhadap  Goodall.
Kredit: National Geographic Creative / Hugo van Lawick

Rekaman yang baru dirilis menangkap kesendirian Goodall di hutan Afrika timur, dan film tersebut menekankan bahwa butuh waktu lebih dari lima bulan baginya untuk bisa cukup dekat dengan simpanse untuk mengamati mereka melakukan sesuatu selain melarikan diri darinya. Rekaman kemudian menunjukkan kemajuan Goodall dengan simpanse, termasuk duduk dekat saat mereka dengan hati-hati mendekatinya untuk mendapatkan pisang yang dia tempatkan di tanah.

Film ini telah di edit secara visual agar gambar dan warnanya terlihat lebih bagus, padahal film ini telah "tersimpan di arsip National Geographic selama lebih dari 50 tahun," menurut sebuah pernyataan Hugo van Lawick, yang ada di film dokumenter sebagai fotografer dan pembuat film satwa liar terbesar di masanya, dia dikirim langsung oleh National Geographic Society untuk memfilmkan Goodall. Selama waktu itu di Gombe, sang fotografer dan Goodall jatuh cinta, dan kemudian mereka menikah dan memiliki seorang putra.

Jane Goodall
Jane Goodall mencium anaknya, Grub, di Gombe, Tanzania.

Perjuangan

Film ini juga menangkap saat yang sangat gelap di Gombe Stream Research Center. Karena setelah Goodall meninggalkan Tanzania untuk membantu suaminya membuat film di Serengeti, beberapa kelompok simpanse Afrika liar terinfeksi dengan polio yang terkontak dari manusia, menurut film tersebut. Penyakit ini menghancurkan beberapa kelompok simpanse di Afrika, termasuk pasukan Goodall yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar. Banyak simpanse meninggal, dan setidaknya ada yang ditelantarkan oleh ilmuwan di stasiun penelitian Goodall. 😢

Jane Goodall
Jane Goodall dan simpanse bayi Flint di Gombe, Tanzania. Flint adalah bayi pertama yang lahir di Gombe setelah Goodall tiba dan memulai penelitian revolusioner simpanse liarnya. Flint melanjutkan penelitian Goodall dengan memberikan wawasan tentang perilaku pengasuhan simpanse.
Goodall berpendapat bahwa wabah tersebut tidak dimulai di stasiunnya, namun sejak saat itu, dia melarang kontak fisik antara hewan dan ilmuwan.

Ini telah mengubah cara ilmuwan mempelajari kelompok hewan asli, terutama primata, menurut sebuah pernyataan dari National Geographic. Dalam sebuah wawancara dengan wartawan, Goodall mengatakan bahwa masih ada pusat penelitian simpanse di Gombe.

Selamat menyaksikan film dokumenter terbaik 2017

Jane Goodall
IT TOOK A WOMAN TO UNLOCK THE SECRET OF EARLY MAN
.
thumbnail

Movie of this Week #1: Kids & Family

Movie of this Week

The films are suitable for a young audience and the whole family.


MOVIE 1

Movie of this Week

Film asal France yang berdurasi 104 minute ini Berlatar Perang Dunia II di pegunungan Alpen Prancis, film ini bercerita tentang Sebastian, anak yatim piatu berusia 6 tahun yang kesepian. Ia banyak menghabiskan waktunya di alam bebas dan berteman dengan seekor anjing liar, Belle. Penduduk desa mengira Belle sebagai pembunuh domba ternak mereka dan memutuskan untuk membunuh anjing itu. Sebastian tetap merawat Belle secara diam-diam. This beautiful and charming story creates a perfect family movie.

MOVIE 2


Film yang berasal dari Finland, berdurasi 79 min. Menceritakan Niko, seekor rusa kecil, bertugas mencari dan menjaga adik angkatnya yang diculik sekelompok elang jahat. Ia dibantu oleh teman-temannya. Di tengah - tengah misi berbahaya ini, Niko belajar tentang pentingnya persahabatan dan rasa cinta kepada keluarga, semuanya dihadirkan lewat film yang menyentuh dan patut ditonton oleh seluruh keluarga.

MOVIE 3


Film yang berasal dari Germany berdurasi 95 min. Menceritakan manusia bulan yang merasa bosan melakukan perjalanan ke Bumi dengan mengikuti ekor sebuah komet dan mulai menjelajahi planet baru yang luar biasa ini. Namun ketiadaannya di bulan membuat anak-anak di bumi tidak bisa tidur. Sebelum Presiden dapat menangkapnya, ia dan anak-anak harus menyatukan kekuatan ntuk mengembalikan Manusia Bulan ke tempat asalnya.

MOVIE 4


Film asal Denmark berdurasi 77 min. Menceritakan Pelle, anak laki-laki berusia 12 tahun, digigit semut dan mendadak memiliki kekuatan super. Dibantu oleh kutu buku penyuka komik, Wilhelm, Pelle menciptakan identitas rahasia, superhero bernama Antboy. 

MOVIE 5


Raven seekor burung gagak yang suka makan spageti dan memiliki banyak gagasan. Suatu saat dia tidak sengaja merusak bendungan di pinggir hutan, akibatnya hutan itu terancam banjir. Bersama teman-temannya Raven memohon bantuan dari berang-berang. Mereka harus menyelamatkan hutan tempat tinggal mereka.

Yang mana film favorit kalian??





thumbnail

Ada Apa Dengan Post-Credits Scene X-Men: Apocalypse

X-Men

Jangan dulu main keluar studio bioskop kalau kalian lagi liat film-film dari Marvel Comics, kenapa? Yap, selalu ada bonus credit scene karena adegan ini yang bikin penasaran kemana nantinya akan dibawa proyek dari film ini ataupun rahasia-rahasianya.

X-Men: Days of Future Past

Masih inget nggak waktu credit scene terakhir di Days of Future Past kita melihat Eh Sabar Nur muda yang sedang membangun Piramid dengan kekuatannya dan disitu kita bisa menebak bahwa nantinya Eh Sabah Nur akan menjadi tokoh antagonis utama di film X-Men: Apocalypse. Semua Credit Scene marvel mempunyai kunci rahasia masing-masing disitulah enaknya kita menunggu adegan ini seblum memang benar-benar filmnya telah selesai. 


X-Men

Weapon X

Waktu melihat trailer dari film X-Men: Apocalypse sangat exited banget karena terlihatnya cakar yang berarti adanya keikutsertaan Wolverine dalam film ini walaupun cuman sebentar. Nah, X-Men: Apocalypse sendiri memliki adegan credit scene yang membuat penasaran apalagi yang memang tidak mengikuti X-Men pastinya lebih bingung. 

X-Men


Kejadiannya berlangsung setelah Raven dan Charles Xavier memimpin tim muda X-Men menghadapi Apocalypse dan mengalahkannya di credit scene tersebut penonton diajak kembali ke fasilitas Kolonel Stryker yang menahan Mystique, Nightcrawler (Kurt), Beast dan Quicksilver. Karena di tempat tersebut digunakan untuk eksperimen para mutan salah satunya "Weapon X" yang dilibatkannya Wolverine dalam eksperimen tersebut.

ESSEX CORP?

Setelah Wolverine berhasil kabur dari kurungan yang di buka oleh Jane Foster, Wolverine membabi buta membunuh semua pasukan penjaga fasilitas eksperimen "Weapon X" sayangnya Kolonel Stryker berhasil kabur. Lalu Jane Foster bertemu dengan Wolverine dan mengembalikan ingatan dari Logan (Wolverine), Setelah Wolverine kabur ada beberapa orang seperti seorang agent peneliti datang ke tempat eksperimen tersebut dan mengambil sampel cairan dna "Weapon X" kemua cairan tersebut di kumpulkan bersama cairan lainnya di koper yang bertulisan "Essex Corp". Yap, begitu bonus creditnya! Sangat singkat namun memberikan tanda tanya baru untuk proyek X-Men berikutnya.